Aku telah mengethui semua jawaban itu, aku bena-benar lega walaupun hatiku belum menerima itu sepenuhnya aku ingin bilang terima kasih kembali karena kau telah memujiku dan masi merindukanku, Mendengar kata-kata itu saja aku sudah sangat senang , kau tahu malam itu aku sedikit shocked benar-benar shocked, tangan aku dingin padahal kau hanya berkata “ hello lela” aku bingun ingin menjawab apa akhirnya aku menjawab dengan kata yang konyol yaitu “me?” dan kuteruskan dengan kata “hi” aku yakin kau pasti aneh dengan jawabanku.
Yang membuatku kaget ialah saat ia menanyakan tentang blogku… aku bilang “ did u unretsand about my blog” dia tertawa dan menujukkan bukan blog yang berjudul “perasaanku untukmu saat ini” tapi “to all my friend” maksudnya :D aku berdengus lega karena semua itu tidak di ketahui. Tapi bodohnya aku di situ aku mengatakan bahwa “perasaanku untukmu saat ini” adalah sebuah artikel blog yang isinya tertuju padanya, dia melontarkan bertubi” pertanyaan untukku apa isi artikel blog itu sebenarnyadan aku bilang bahwa aku tidak akan menjawabnya. Tiba” ia bertnya padaku apakahitu tentang “you and me?” aku kaget benar-benar tapi aku berfikir apakah aku harus menjawb ia atau tidak alhasil aku menjawab tidak .
Kali ini benar” hebat apa yang ingin aku katakana tak perlu aku katakan karena ia menjawab semuanya tanpa aku bertanya, yang salah dari diriku ialah aku salah membaca pikirannya yakni “dia telah mempunyai seorang kekasih” ia dan teman akrabnya belum menjalin hubungan apa-apa tetapi mereka mempunyai perasaan yang sama yang mana perasaan dapat membuatku bersedih kembali, benar … mereka memang saling suka, tapi “dia” takut untuk mengutarakanya karena ia taku kehilangan itu :’) benar-benar salut… itulah cowok yang aku cari-cari selama ini dan dia jugalah cowok yang ingin aku miliki sepenuhnya tapi takdir mengatakan hal lain dialah pula cowok satu-satunya yang tak boleh aku milik .
Malam itu dia memberikan janji kepada ku bahwa ”aku harus menjadi teman yang terbaik untuk dia selamnya” aku pun mengiakan janji tersebut dan malam itu AKU MENGANGGAP DIA MENJADI TEMAN TERBAIKKU dan begitu pun ia. Walaupun mulutku mengatakn “ya” tapi hatiku tidak menerima itu sepenuhnya. Tapi sudalalah aku rasa teman sudah cukup, dan aku kira sudah cukup untuk mengenang dia kembali.. aku mulai berjanji pada diriku bahwa aku akan benar-benar menganggap dia hanya sebagai seorang teman, dan aku akan memaksa itu walaupun hati ku mengatakan hal lain.
-LELA MEILANA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


2 komentar:
CIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE
ada apa ini ?? kok cieee ??? :D
Posting Komentar